RSUD DEPATI BAHRIN GELAR IN-HOUSE TRAINING "KEWASPADAAN PARIPURNA" PERKUAT IMPLEMENTASI APLIKASI DIGITAL EARLY WARNING SCORE (EWS) UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN DAN MUTU PELAYANAN

Bangka, Juli 2026 ? Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan pasien (patient safety) dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, RSUD Depati Bahrin menyelenggarakan In-House Training Kewaspadaan Paripurna dengan tema "Sinergi Early Warning Scoring (EWS), Manajemen Nyeri, dan Manajemen Krisis Perilaku" yang dilaksanakan pada 6?8 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan seluruh unsur pelayanan rumah sakit sebagai bagian dari komitmen RSUD Depati Bahrin dalam memenuhi standar akreditasi rumah sakit sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai implementasi berbagai program keselamatan pasien, di antaranya Early Warning Score (EWS) sebagai sistem deteksi dini perburukan kondisi pasien, tata laksana manajemen nyeri, serta skrining, pengkajian, dan tata laksana pasien dengan risiko bunuh diri sesuai dengan Standar Panduan Asuhan Pasien (PAP).
Salah satu fokus utama pelatihan adalah implementasi Aplikasi Digital Early Warning Score (EWS) yang telah dikembangkan untuk mendukung pelayanan klinis yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Melalui aplikasi digital ini, tenaga kesehatan dapat melakukan pencatatan tanda-tanda vital pasien secara elektronik, menghitung skor EWS secara otomatis, serta memperoleh notifikasi dini apabila terjadi indikasi perburukan kondisi pasien.


Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh tenaga kesehatan dalam penerapan standar pelayanan, meningkatkan kemampuan klinis dalam mengenali tanda-tanda kegawatan secara dini, memberikan penatalaksanaan nyeri yang optimal, serta memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi pasien dengan krisis perilaku maupun risiko bunuh diri secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur.
Melalui penyelenggaraan In-House Training Kewaspadaan Paripurna ini diupayakan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam praktik pelayanan sehari-hari sehingga tercipta budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, komunikasi efektif, dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

RSUD Depati Bahrin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang unggul, profesional, dan berkesinambungan. Sinergi antara penerapan EWS, manajemen nyeri, serta manajemen krisis perilaku diharapkan mampu mendukung pelayanan yang lebih responsif, berkualitas, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pasien serta keluarga.
"Meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kolaborasi, dan mengutamakan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima di RSUD Depati Bahrin."
( Humas RSUD Depati Bahrin )